TOLONG, MAAF, DAN TERIMAKASIH, SEJAK DINI

Anak- anak adalah titipan Tuhan yang dipercayakan kepada kita untuk diasuh, dinafkahi, dan dididik dengan sebaik-baiknya. Dengan mempelajari pola pengasuhan yang tepat, para orangtua akan memahami perannya dalam setiap tumbuh kembang anak. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, bahkan bagi orangtua. Belajar bisa dari mana saja, dan kapan saja.

Saya juga baru belajar tentang cara mengasuh anak yang benar pada tahun 2018. Saat bergabung sebagai Fasilitator PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) Kabupaten Tulungagung. Dibawah naungan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Puspaga konsen melatih para perempuan khususnya ibu-ibu tentang ilmu parenting. Selanjutnya, mereka inilah yang menjadi kader disetiap desa, dan bertugas menyebarluaskan ilmu tentang pola pengasuhan anak kepada masyarakat disekitarnya.

Kesuksesan anak-anak tentu menjadi harapan semua orangtua. Karena itu, tidak sedikit orangtua yang menyekolahkan anaknya disekolah yang bergengsi, dan mendaftarkan mereka ditempat les yang bonafit. Semua itu agar anaknya pintar, dan berprestasi. Namun, jangan lupa, pintar dan berprestasi saja tidak cukup, akhlaknya juga harus bagus.

Kalau orangtua bisa mempercayakan kegiatan akademis anak kepada sekolah, tempat les, dan para gurunya, maka untuk menanamkan akhlak yang baik, dan membekali mereka dengan agama yang kuat, menjadi tugas dan tanggungjawab kedua orangtua sejak dini, melalui pembiasaan-pembiasaan yang baik di rumah.

Menanamkan akhlak yang baik kepada anak tentu bukan hal yang mudah. Perlu pembiasaan serta keteladanan dari orang-orang terdekatnya, khususnya orangtua. Karena anak-anak adalah pengamat dan peniru yang ulung. Maka, apa yang dilihat, itulah yang akan dicontoh. Jadi, orangtua harus berhati-hati dalam berbicara dan bersikap.

Contoh paling sederhana yang bisa diterapkan kepada anak untuk dibiasakan sejak dini yaitu; 1) meminta anak bilang “tolong” saat mengharapkan bantuan dari orang lain, 2) meminta anak bilang “maaf” saat melakukan kesalahan kepada orang lain, dan 3) meminta anak bilang “terimakasih” saat mendapat bantuan dari orang lain.

Kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan berdampak besar bagi pembentukan karakter anak. Juga, akan mempengaruhi sikap dan sudut pandang anak terhadap semua hal, pada interaksi sosialnya, dan masa depannya. Dengan akhlak yang baik, anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga cerdas secara emosional.

 

(02/03/2022)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IT’S ME NOT HER