TIBA-TIBA PINGIN NULIS

Sebenernya bukan tiba-tiba sih. Sudah lama aku kagum sama para penulis buku. kok bisa-bisanya mereka itu menuangkan ide dan fikirannya sampai berlembar- lembar kayak gitu. Aku aja nih, kalau disuruh buat laporan kegiatan, paling mentok cuma satu lembar, itupun hasil dari perenungan selama sehari penuh.

Menurutku, para penulis buku itu adalah orang-orang yang cerdas. Orang yang penuh ilmu dan pengetahuan. Makanya, suatu saat pingin banget punya karya sebuah buku, biar masuk kategori orang cerdas, atau setidaknya biar dikira cerdas. Biar punya harta karun, bisa diwariskan turun temurun.

Berawal dari temen-temen Pengurus FORHATI (Forum Alumni HMI-wati) Kabupaten Tulungagung yang mengadakan workshop dengan tema “Writing For Healing”, keinginanku untuk menulis semakin besar. Bertempat di Media Center KPU Kabupaten Tulungagung, kegiatan ini diikuti oleh temen-temen yang pingin bisa nulis, termasuk aku.

Ternyata, kalau sudah punya keinginan nulis itu, langkah pertama yang harus dilakukan ya ikut kegiatan-kegiatan kayak gini. Kegiatan yang bisa menambah ilmu dan ketrampilan menulis. Terbukti, setelah ikut acara itu, tiba-tiba aja, aku jadi pingin nulis, jadi pingin punya blog, jadi pingin buat buku.

Menurut pematerinya, Bu Dr. Etik Rohmawati, M. Pd, ide menulis itu bisa lewat banyak hal. Dari quote-quote bijak, momen-momen tertentu, status medsos, hobi, atau pengalaman hidup pribadi maupun orang lain. Jangan terlalu banyak mikir. Tulisan pertama nggak harus bagus. Nggak usah khawatir dianggap jelek orang lain.

Baiklah, kubulatkan tekad, mencoba merangkai kata, mulai bercerita tentang diri sendiri dulu, tentang siapa dan bagaimana aku, dan jadilah tulisan pertamaku. Selanjutkan kita lihat aja, apakah ini hanya antusiasme sesaat, ataukah bakat terpendam yang seharusnya sudah aku asah sejak lama. Wallohua’lam.

 

Kantorku (23/02/2022)

Komentar

Posting Komentar